close
Latihan Direct Link
MediaGosip

‘Sangat Dilaknat’ Ustaz Khalid Basalamah Ikut Peringati Dorce Gamalama, Harus Diurus Sesuai Kodrat: tak Dibenarkan!

Artis senior Dorce Gamalama membuat heboh soal pernyataanya yang menginginkan agar bisa dimakamkan sebagai seorang wanita.

Hal ini pun mencuat dan menjadi pro kontra di masyarakat, termasuk para ulama yang menyoroti soal asal mula jenis kelamin artis serba bisa itu.

Sejumlah Ustaz beranggapan, bahwa bila jenis kelamin asal sebelum menjadi sorang transgender adalah pria maka sudah sewajibnya dimakamkan sebagai pria.

Pernyataan Dorce Gamalama menjadi pertentangan di kalangan ulama.

Sebab, seperti diketahui Dorce Gamalama sudah melakukan operasi kelamin di Surabaya sekitar tahun 1983 dan mengganti kelaminnya sebagai wanita.

Dorce mempercayakan proses operasi pergantian kelamin kepada Prof DR dr Johansyah Marzuki yang memiliki keahlian atau spesialis bedah plastik.

Usai melakukan operasi, Dorce Gamalama mengaku lebih percaya diri. Kendati, dirinya dilahirkan sebagai seseorang lain daripada yang lain

Seperti yang diutarakannya dalam sebuah kesempatan wawancara dengan Dewi Huges 10 tahun silam.

Melihat ramainya kabar Soal keinginan Dorce untuk dimakamkan sebagai wanita, Ustaz Khalid Basalamah ikut buka suara.

Ia secara tegas membantah jika seorang transgender boleh dimakamkan sebagai wanita.

Menurutnya, meski transgender tersebut telah mengganti kelaminnya lewat jalan operasi.

Tetap harus diurus sebagaimana kodratnya saat dilahirkan.

Mulai dari dimandikan, dikafani, hingga dikuburkan.

“Jika dia perempuan lalu mengubah kelamin, berarti dia harus dimandikan oleh perempuan. Begitupun sebaliknya. Kalau dia laki-laki, maka dimandikan laki-laki meski dia sudah operasi, ” tegas Ustaz Khalid Basalamah dikutip dari YouTube Kebumen Mengaji, Jumat (28/1/2022).

Ustaz Khalid Basalamah meminta agar pemerintah menerapkan aturan yang tegas soal proses ganti kelamin. Agar hal ini tak dimanfaatkan dan menjadi contoh orang banyak.

“Tak dibenarkan untuk operasi kelamin pemerintah harus tegas. Sebab, nggak main-main, perilaku tersebut sangat dilaknat menurut ajaran agama terutama Islam, ” Ujarnya.

Dorce Gamalama Berterima Kasih Dibela Buya Yahya

Wasiat yang diberikan Dorce Gamalama kepada anaknya menuai banyak kritikan di kalangan warganet dan pendakwah di Indonesia.

Salah satu pendakwah yang mengkomentari terkait wasiat Dorce Gamalama tersebut adalah Gus Miftah.

Dorce Gamalama yang diberi komentar oleh Gus Miftah tersebut langsung angkat bicara.

Dalam video yang diunggah Instagram pribadinya, Dorce mengungkapkan terkait urusan itu biarkan keluarga yang mengurusnya.

Mengenai kain kafan yang berbeda antara laki-laki dan perempuan pun disebut Dorce membiarkan keluarganya yang urus.

“Kepada kiai, ustadz-ustadz, yang telah menerangkan keadaan mati saya.

Siapa yang akan memandikan saya, siapa yang akan menguburkan saya, biarkanlah keluarga saya yang nanti akan mengurusnya,” tegas Dorce Gamalama, dikutip dari Instagram @dg_kcp, Senin (31/1/2022).

“Mau kain kafannya 7 lapis, 8 lapis, saya serahkan kepada yang ngurus. Yang ngurus laki-laki boleh, perempuan boleh, laki-laki perempuan boleh, siapa saja boleh yang memandikan saya,” lanjutnya.

Melalui video itu juga, Dorce mengimbau agar para kiai dan ustadz bisa selalu membicarakan hal-hal baik.

Sebab, setiap manusia memiliki tanggung jawabnya masing-masing untuk hari akhirnya

“Jadi kiai-kiai yang sudah terkenal sekalipun, jangan memberikan komentar yang kurang baik,” tuturnya.

“Seharusnya Anda seorang kiai memberikan suguhan dan juga imbauan kepada seorang siapapun, karena saya juga manusia, punya tanggung jawab untuk hidup dan matinya,” ucap Dorce.

Melihat perseteruan Dorce Gamalama dan juga Gus Miftah, ulama lainnya, yakni Buya Yahya ikut menjadi penengah.

Buya Yahya memberikan komentarnya secara halus dan tidak menyakiti pihak manapun.

Lewat akun Youtube Al Bahjah TV, Buya Yahya mengingatkan untuk netizen dan publik tidak mencaci maki Dorce Gamalama soal wasiatnya.

Meski begitu, Buya Yahya ingin berbincang secara khusus.

“Jika ada teman-teman yang sedang diuji oleh Allah, itu kami ingin menyambungkan dengan mereka untuk mengobrol secara khusus, Bukan untuk dihinakan kemudian dilaknat, enggak,” ujar Buya Yahya dikutip dari YouTube Al-Bahjah TV yang diunggah pada 27 Januari 2022.

“Karena ada satu hal yang berbeda dalam dirinya yang perlu dibenahi, jadi jangan dibiasakan untuk mencaci maki atau mengolok-olok,” ujar Buya Yahya lagi.

Tak hanya itu, Buya Yahya juga menasihati jangan pernah mendosa-dosakan orang.

“Dia tetap ahli iman, bukan keluar dari iman, kalau meninggal ya semoga Allah ampuni. Kalau yang hidup jangan tiru karena besar dosanya, tapi kalau sudah meninggal jangan didosa-dosakan wong dia orang beriman kok,” tuturnya.

Namun, Buya Yahya tetap menegaskan soal hukum pengurusan orang meninggal dalam Islam, laki-laki dan perempuan itu memang berbeda.

Dorce Gamalama yang mengetahui Buya Yahya ikut menjadi penengah dalam perseteruannya pun mengucapkan bahwa ia sangat hormat dibanding dengan pendakwah lainnya.

“Saya sangat hormat dan hormat kepada Buya Yahya dibanding dengan yang lain-lain,” ujar Dorce Gamalama dikutip dari kanal YouTube Miftah’s TV pada Selasa (1/2/2022).

Ia pun mengatakan bahwa Buya Yahya adalah ulama yang luar biasa dan tidak seperti ulama yang lainnya.

“Buya Yahya adalah ulama yang luar biasa, yang penuh jiwa sosial, yang punya jiwa hati yang besar, yang tidak menjatuhkan orang, yang tidak menghujat orang, yang tidak mencaci orang yang tidak memaki orang,” terang Dorce Gamalama.

Dorce Gamalama pun mengucapkan terima kasih atas saran dari Buya Yahya.

“Terima kasih Buya Yahya bagaimanapun nanti hamba akan serahkan kembali kepada Allah swt. Terima kasih Buya Yahya,” ucap Dorce Gamalama.

Banyak orang yang membicarakan tentang kematiannya, Dorce Gamalama pun mengatakan ikhlas nantinya akan di urus dengan jenis kelamin apa.

Yang terpenting menurutnya adalah jenazahnya nanti di urus.

“Orang sudah mulai banyak membicarakan kematian saya, seandainya memang saya meninggal uruslah jenazah saya,” ungkap Dorce Gamalama.

“Seandainya laki-laki urus, uruslah. seandainya perempuan urus, uruslah. sesuai dengan kelamin yang saya miliki,” ujar Dorce Gamalama.

“Insyaallah saya ikhlas memerintah, saya pun ikhlas, insyaallah saya ikhlas,” lanjutnya.

Dorce Gamalama

Sumber: Sripoku

Leave a Reply

Your email address will not be published.