close
Latihan Direct Link
MediaGosip

Prosesi Pemakaman Ibunda Gading Marten, Farida Sabtijastuti Tutup Usia Pada Umur 68 Tahun

Ibunda Gading Marten menghembuskan nafas terakhir pada hari Sabtu, 1 Oktober 2022.

Ibunda Gading Marten, Farida Sabtijastuti sebelum meninggal dunia sudah mengidap kanker paru-paru.

Hari ini, Senin, 3 September 2022, Jenazah Farida Sabtijastuti dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan pada pukul 11.00 WIB.

Kabar ini disebarkan melalui story Instagram pribadinya Gading Marten.

Upacara penutupan peti telah dilaksanakan pada Senin, 3 Oktober 2022, pada pukul. 09.00 WIB.

Prosesi pemakaman jenazah Farida Sabtijastuti disiarkan langsung melalui kanal YouTube Intens Investigasi.

Nampak saat melayat baik keluarga maupun pelayat mengenakan pakaian berwarna putih.

Mereka juga nampak mengelilingi liang lahad Farida Sabtijastuti.

Sebelum dimakamkan, ada nyanyian pujian untuk mengantar kepulangan Farida Sabtijastuti.

Kemudian, doa pengantar dipanjatkan oleh perwakilan keluarga.

Lalu Ayah Gading Marten, yakni Roy Marten pun mengucapkan terima kasih kepada para pelayat yang telah menyempatkan waktu untuk hadir.

“Terimakasih untuk sahabat-sahabat kami, terima kasih atas kedatangannya, terima kasih untuk Brigjen Wisnu Sanjaya atas bantuannya.” ucap Roy Marten, dikutip dari kanal YouTube Intens Investigasi, Senin, 3 Oktober 2022.

“Terima kasih kepada dokter yang merawat di rumah sakit,” terang Roy Marten.

Roy Marten juga meminta maaf atas segala kesalahan mantan istrinya tersebut.

“Kita akan melepas semuanya ke tempat Bapa di mana tidak ada kesakitan dan penderitaan.” sambungnya.

“Mohon maaf atas segala kasalahannya, sekali lagi terima kasih,” ucapnya.

Prosesi pemakaman ibunda Gading Marten, dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, persembahan terakhir dari Gading, untuk mama tercinta.

Setelah itu, peti Farida berwarna putih itu diturunkan ke liang lahad.

Gading Marten dan keluarga memberikan bunga tabur kedalam liang lahad secara bergantian.

Kemudian, pihak petugas lalu menguburkan tanah kedalam liang lahad dan memasang nisan salib.

Keluarga dan para pelayat pun memberikan doa untuk Farida.

Gading Marten dan keluarga memberikan bunga tabur di atas makam Farida.

Gisel juga menaburkan bunga dan terlihat terdiam menangis sambil memegang tanah makam.

Gading Marten lalu menaruh bunga putih di nisan sang ibunda.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Gading Marten mengungkapkan riwayat penyakit mendiang sang ibunda.

Gading mengatakan sang ibu menderita kanker paru.

Kabar duka ibunda Gading Marten meninggal dunia

Penyakit ini diketahui sejak sebulan lalu dan ternyata sudah pada tingkat stadium tinggi.

“Kanker dan ternyata stadiumnya udah cukup gede. Kita sih pasrah aja yang penting Mama udah nggak sakit lagi,” ucap Gading Marten, dikutip dari kanal YouTube Intens Investigasi, Minggu, 2 Oktober 2022.

Sebelum diketahui menderita kanker, ibunda Gading juga diungkap sempat terkena stroke dan long Covid-19.

Gading beranggapan bahwa sang ibu memang sudah berada di usia senja.

“Long Covid juga, bukan karena usia juga kali ya,” kata Gading.

Gading Marten mengatakan sang ibu wafat di usia 68 tahun.

Gading kemudian mengatakan sebelumnya ia tak melihat tanda-tanda terkait kepergian sang ibu.

Gading juga menyebut sang ibu masih lancar berkomunikasi dengan keluarga.

“Masih komunikasi. Memang minta keluarga kumpul dan sama-sama semua anak-anak. Sama cucu-cucu,”

“Semua, keluarga kan ada yang di Bali juga. Ini mungkin yang terbaik aja,” terang Gading.

(TribunStyle/ Damar Klara Sinta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *