close
Latihan Direct Link
MediaGosip

Cerita Cut Meyriska Penyintas Bencana Tsunami Aceh 2004, Lihat Jasad Dimana-mana Sepanjang Jalan, Hingga Naik Truk Bareng Mayat

Artis Cut Meyriska ceritakan pengalamannya sebagai penyintas bencana tsunami Aceh 2004.

Rupanya, pada saat terjadi bencana tsunami Aceh 2004, Cut Meyriska tengah berada di Kota Sabang, Provinsi Aceh.

Kala itu, istri Roger Danuarta tersebut berada di Sabang untuk liburan.

Sebagai informasi, bencana tsunami Aceh terjadi pada 26 Desember 2004.

tragedi itu termasuk gempa sekaligus tsunami terburuk sepanjang sejarah.

Saat menjadi bintang tamu di video kanal YouTube Ciky Citra Rezky yang diunggah pada 14 Januari 2022, Cut Meyriska menceritakan pengalamannya.

Cerita Cut Meyriska berada di Sabang saat terjadi tsunami Aceh 2004.

Cut Meyriska tengah duduk di kelas 6 sekolah dasar (SD) saat tsunami itu terjadi.

Sehari sebelum tsunami terjadi, Cut Meyriska ternyata merasakan kejanggalan.

Pada malam hari, ia bermain bersama saudaranya di pantai.

Malam itu, jaringan ponsel hilang sama sekali.

Esok paginya, saat Cut Meyriska masih berada di penginapan di area puncak, gempa mulai terasa.

Guncangan keras dirasakan oleh Cut Meyriska saat dirinya hendak mandi.

Pagi itu, dia dan sanak saudara berencana kembali bermain di pantai.

“Akunya di kamar sendiri, lagi mau mandi, terus pas mandi itu tuh goyang, jatuh, wah pusing nih kayanya kurang tidur nih,” ujar Cut Meyriska.

Tsunami Aceh 2004.

Mengetahui ada yang tak beres, ia memutuskan keluar kamar sambil hanya berbalut handuk.

Ia pun berlari menuju lobi hotel sambil memakai baju selama perjalanan.

Sampai di luar, ia melihat gelombang besar dari pantai.

Cut Meyriska juga mendengar orang-orang berlarian dan berteriak ‘air laut naik’.

“Nyampe ke luar itu, karena kita paling puncak, jadi kita bisa ngelihat gelombangnya itu, muternya.

Jadi dari yang bawah itu juga ada yang lari ke atas gitu, ya air laut naik, apa gitu, ya ada yang enggak pakai baju, ya macam-macam lah ya namanya orang pagi-pagi ya. Kita juga ngelihat sih gelombangnya gede banget,” lanjut istri Roger Danuarta.

Mulanya, penduduk setempat berpikir itu hanya fenomena naiknya air laut.

Akan tetapi, nyatanya, tsunami menyapu bersih Aceh hingga semua rata dengan tanah.

Beruntung, Cut Meyriska saat itu menginap di area puncak Kota Sabang.

Selamat, ia dan sanak saudaranya kemudian dijemput menggunakan kapal dari Sabang ke Aceh.

Sementara itu, ayah dan ibu Cut Meyriska yang saat itu berada di Aceh sudah pasrah.

“Jadi kayak keluarga, kayak mama papa yang masih di Aceh itu taunya kita udah nggak ada.

Karena nggak ada komunikasi selama seminggu, taunya semua udah tenggelam,” ungkap Cut Meyriska.

Cerita Cut Meyriska jadi penyintas bencana tsunami Aceh 2004.

Lihat Mayat Mengapung di Sepanjang Jalan

Sepanjang perjalanan pulang ke Aceh, Cut Meyriska melihat mayat mengapung di jalanan.

“Trus sepanjang perjalanan tuh mayat tuh sudah mengapung di kanan kiri,” tuturnya.

Sesampainya di Aceh, jalanan dan bangunan sudah rata semua dengan tanah.

“Bangunan sudah rata ancur dengan mayat di mana-mana,” imbuh Cut Meyriska.

Saat itu, penumpang dari Sabang naik kapal dan diturunkan di pelabuhan di Aceh.

Karena tak ada kendaraan yang menjemput, ia akhirnya menaiki truk bareng dengan mayat-mayat.

“Trus naik apa ya? Oh iya, naik truk mayat, bareng sama mayat, itu bau banget” ujar Cut Meyriska.

Setelah nebeng truk berisi mayat itu, barulah ia bersama sanak saudaranya menemukan angkot.

Tonton video selengkapnya berikut ini.

TribunStyle.com/Gigih Panggayuh)

Leave a Reply

Your email address will not be published.