close
Latihan Direct Link
MediaGosip

BELOM SELESAI, Buntut Prank KDRT yang Dilakukan Baim Wong, Polisi Periksa Empat Saksi Kasus UU ITE

Kasus Prank Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dilakukan Baim wong dan Paula Verhoeven ternyata belum selesai.

Kini Polres Metro Jakarta Selatan memanggil empat saksi yang berada di tempat kejadian perkara.

Kasus terkair UU ITE ini telah dilaporkan Mila Ayu Dewata Sari.

Empat saksi yang dipanggil kepolisian ini terdiri dari sopir Baim Wong, dan dua kameramen serta editor dari kanal YouTube Baim Paula.

Pihak Kepolisian AKP Nurma Dewi membenarkan jika saksi telah dipanggil memenuhi penyelidikan.

“Untuk saksi, hari ini yang sudah diundang kemarin,” ucap Nurma Dewi, dilansir dari Tribunseleb, Selasa, 25 Oktober 2022.

“Undangan sudah dilayangkan dan kemudian sudah diterima,” imbuhnya.

Nurma Dewi menjelaskan jika empat saksi yang dipanggil telah berada di Polres Metro Jakarta Selatan.

“Saksi ada 4 dari kasus yang kedua, yaitu yang dilaporkan UU ITE,”

“Kemudian, 4 orang sudah ada di atas, dan susah dimintai keterangan. Satu driver, kemudian 2 kemaramen, kemudian 1 editor,” lanjut Nurma.

Pemeriksaan ini dilakukan pada hari Senin, 24 Oktober 2022 pukul 13.00 WIB.

“Jadi kita mengundang sesuai dengan undangan yang kita berikan adalah 13.00 WIB,”

“Untuk sementara, hari ini masih berlangsung untuk pemeriksaan saksi saksi yang sudah kita undang,” tutur Nurma Dewi.

Seperti yang diketahui sebelumnya, Baim dan Paula membuat konten laporan KDRT setelah kasus Rizky Billar dan Lesti Kejora mencuat.

Publik menilai apa yang dilakukan Baim dan Paula tidaklah empati.

Akibatnya keduanya dihujat habis-habisan di media sosial.

Namun kini akhirnya menyampaikan permohonan maaf setelah konten prank KDRT kepolisi.

Tak sendirian, Baim Wong ditemeni sang istri Paula Verhoeven.

Baim Wong dan Paula Verhoeven dijerat pasal berlapis imbas konten prank KDRT.

Secara langsung Baim Wong datang ke kantor polisi untuk meminta maaf.

Ia membagikan kabar permohonan maafnya tersebut lewat akun Instagram pribadinya @baimwong.

“Saya minta maaf ke Polsek yang kita datengin, saya minta maaf kalau melibatkan mereka,” ucap Baim Wong, dikutip dari akun Instagram pribadinya, Senin, 3 Oktober 2022.

“Seharian saya kemarin berpikir apa yang udah kita lakuin, kenapa kita post video itu, melakukan semua itu yang tadinya kita tidak terpikir akan kejadian seperti ini,” sambungnya.

“Dan ternyata banyak sekali pihak yang dirugikan, salah satunya institusi pemerintah, kepolisian,” imbuh bapak dua anak.

Baim Wong lantas mengungkapkan pemikiran dan alasannya di balik pembuatan konten prank polisi tersebut.

Ayah dari Kiano Tiger Wong itu merasa selama ini sudah punya hubungan baik dengan Polsek yang bersangkutan sehingga ia bisa bebas membuat konten prank.

Namun, Baim Wong sadar bahwa sikap tersebut salah. Ia sadar telah berbuat semena-mena.

“Tadinya saya mikirnya bahwa saya kenal dengan mereka, karena mereka juga yang berjasa untuk menangkap pencuri motor di rumah saya,”

Sopir Baim Wong, Slamet (kiri) dan editor YouTube Baim Paula, Putro (kanan) saat ditemui di Polres Metro, Jakarta Selatan.

“Kita berhubungan baik, terkadang saya silaturahmi ke sana. Dikiranya dengan silaturahmi seperti itu, saya bisa melakukan hal seperti kemarin, dan ternyata salah,” kata Baim Wong.

“Orang melihatnya itu tetap institusi pemerintah. Takutnya kita semena-mena pada mereka dan akhirnya saya tahu saya salah,”

“Makanya tadi saya datang dan minta maaf secara langsung. Semoga mereka tidak disalahkan karena kesalahan ada di pihak saya,” imbuhnya.

Tak cuma kepada pihak kepolisian, Baim Wong juga meminta maaf pada korban KDRT karena telah membuat konten yang menyakiti serta merugikan mereka.

Bahkan, Baim Wong tak ragu menyebut bahwa dirinya terlalu bodoh untuk membuat konten tersebut.

“Saya minta maaf kepada korban KDRT. Saya tidak terpikir sama sekali ke arah sana,”

“Sebodoh itu memang saya untuk melakukan hal kemarin. Terima kasih teman-teman yang sudah menegur saya dengan cara apapun,” tutur Baim Wong.

Sebagai informasi, Organisasi Sahabat Polisi resmi laporkan Baim Wong dan Istrinya, Paula Verhoeven ke Polres Metro Jakarta Selatan.

Sahabat Polisi melaporkan Baim wong dan Istrinya, buntut dari konten prnak yang ia buat tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Baim Wong minta izin ngeprank lagi usai Lesti Kejora cabut laporan KDRT Rizky Billar.

Baim Wong dan Paula Verhoeven membuat konten prank tersebut di Polsek Kebayoran Lama.

Laporan tersebut telah dibenarkan oleh Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Nurma Dewi.

“Sudah kita terima laporan dari saudara kita, Sahabat Polisi Indonesia. Kejadian kemarin yang dilaporkan berupaya hanya prank,” tutur Nurma Dewi, dilansir dari Tribunseleb, Senin, 3 Oktober 2022.

Tengku Zanzabella selaku Direktur Utama Sosial Budaya Sahabat Polisi Indonesia mengatakan, apa yang dilakukan Baim Wong adalah pembodohan publik.

Lantaran menurut Tengku Zanzabella, secara tidak langsung Baim Wong dan Paula telah merusak citra polisi.

“Kita Sahabat Polisi Indonesia kami melaporkan, karena di sini terjadi prank atau pembodohan masyarakat,”

“Kami bertindak untuk memperbaiki nama baik Polisi,” ujar Tengku Zanzabella.

Eko Supahwano selaku Ketua Bidang Hukum Sahabat Polisi Indonesia menerangkan bahwa Baim Wong dan Paula dilaporkan dengan pasal 220 KUHP.

“Pasal 220. karena beliau itu melaporkan tentang sebuah peristiwa KDRT yang ternyata tidak ada,”

“Ini proses pembelajaran, sebagai masyarakat jangan main-main dengan masalah hukum apalagi di kantor polisi yang dibentuk oleh UU negara,” ujar Eko Supahwano.

Eko Supahwano pun juga menegaskan walaupun Baim dan istrinya sudah meminta maaf, laporan tersebut masih tetap berlanjut.

Apabila nantinya Baim Wong dan Paula meminta maaf, proses hukum tetap akan berlanjut.

“Jika ada permintaan maaf tidak masalah, tapi untuk proses pelaporan tetap berjalan,” tutur Nurma.

Laporan yang dibuat oleh ormas Sahabat Polisi Indonesia sudah diterima oleh petugas Polres Metro Jakarta Selatan, dengan Nomor perkara LP/B/2386/X/2022/SPKT/POLRES METRO JAKSEL/POLDA METRO JAYA.

Adapun bunyi Pasal 220 KUHP: “Barang siapa memberitahukan atau mengadukan bahwa telah dilakukan suatu perbuatan pidana, padahal mengetahui bahwa itu tidak dilakukan diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan.”

(TribunStyle/ Damar Klara Sinta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *