News, Seleb  

Mengenal Istilah Jual Putus di Kasus Pengadilan Rezky Aditya Vs Wenny Ariani, Ini Penjelasan Pakar

Berikut ini arti kata jual putus yang menjadi sorotan dalam kasus Rezky Aditya dan Wenny Ariani.

Seperti diketahui perseteruan Rezky Aditya dan Wenny Ariani kini masih mencuri perhatian publik usai putusan pengangadilan.

Belum lama ini Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Banten telah memutuskan anak Wenny Ariani adalah darah daging Rezky Aditya.

Kini setelah selama ini diam, pasangan Rezky Aditya dan Citra Kirana akhirnya memberi penjelasan terkait gugatan pengakuan anak yang dilayangkan Wenny Ariani.

Tak hanya itu Rezky Aditya juga membeberkan fakta baru bahwa dirinya sebenarnya sudah bersedia untuk melakukan tes DNA.

Namun, tes DNA tersebut belum terlaksana karena terganjal penawaran jual putus yang diajukan Wenny Ariani.

Upaya negosiasi terus diapungkan Rezky, namun hingga Sabtu (28/5/20221), tes DNA tak kunjung terealisasi.

Nah, apa arti jual putus seperti yang diminta Wenny Ariani sehingga tawaran itu tidak bisa diterima oleh pihak Rezky Aditya?

Menurut pengamat hukum Dr Redyanto Sidi, SH, MH istilah jual putus tersebut umumnya digunakan dalam proses jual beli.

“Kalau kita lihat Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti jual putus adalah menggadaikan tanah yang tidak dapat ditebus lagi karena jangka waktu penebusannya sudah lewat (kedaluwarsa),” katanya.

Namun, kata Redyanto, jual putus umumnya dapat dimaknai bahwa sang penggugat akan meminta sejumlah uang pengganti kepada tergugat.

Citra Kirana bersama Rezky Aditya (kanan) dan Wenny Ariani (kiri)

“Dalam kasus Rezky Aditya yang dimaksud jual putus adalah pihak Wenny Ariani meminta uang dengan jumlah tertentu agar masalahnya selesai atau setelah terjual putus hubungan,” tambahnya.

Seperti dilansir dari Tribun Medan: TERBARU Wenny Ariani Minta Jual Putus Saat Rezky Adhitya Bersedia Tes DNA, Apa Artinya?

Dosen Pascasarjana Hukum tersebut mengatakan istilah jual putus biasa digunakan dalam konteks jual beli barang.

Namun untuk hal yang berkaitan dengan status anak, kata Redyanto, tentunya tidak dapat disamakan.

“Menurut saya dalam hal jual beli barang sah saja sepanjang disepakati para pihak. Namun terhadap hal yang berkaitan dengan anak tentu tidak dapat disamakan dengan itu,” ucapnya.

Sementara itu, diberitakan sebelumnya bahwa Aktor Rezky Adhitya buka suara tentang status anak perempuan bernama Naira Kaemita Tarekat atau disapa Kekey.

Menurut klaim Wenny Ariani, Kekey adalah anak kandung Rezky Aditya.

Rezky Aditya dan Citra Kirana saat klarifikasi

Seperti diketahui, Wenny Ariani pertama kali muncul ke publik dengan inisial W, pada Juli 2021.

Ia mengaku punya anak perempuan dari hubungan terlarang dengan Rezky Aditya, jauh sebelum menikahi artis Citra Kirana.

Wenny Ariani lantas melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Tangerang.

Ia menuntut ganti rugi Rp 17,5 miliar.

Gugatan itu kemudian dimenangkan oleh Rezky Aditya pada Februari 2022.

Wenny Ariani kemudian mengajukan banding dan menang, di mana Pengadilan Tinggi Banten memutuskan Kekey sebagai anak biologis Rezky Adhitya.

Keputusan itu berlaku hingga Rezky mampu membuktikan hal sebaliknya.

Atas putusan itu, Rezky didampingi istrinya, Citra Kirana, serta pengacaranya, Ana Sofa Yuking, memberikan tanggapan pada Jumat (27/5/2022).

Rezky mengungkap kesediaannya melakukan tes DNA. Menurut Rezky, sebelum muncul putusan dari Pengadilan Tinggi Banten, dirinya sudah sejak lama menawarkan diri secara sukarela melakukan tes DNA.

“Saya di sini ingin memberitahukan bahwa setelah keputusan kemenangan saya di Pengadilan Negeri, saya langsung berkoordinasi dengan pihak penggugat melalui pengacara saya, yang menyampaikan bahwa saya bersedia untuk tes DNA dengan Naira,” kata Rezky dikutip dari YouTube Ciky Citra Rezky.

Tapi sayang, niat Rezky itu justru direspons dengan hal yang membuatnya justru terkejut.

Tak mau menjelaskan secara langsung, Rezky menunjuk pengacaranya tentang apa yang menjadi permintaan kubu Wenny saat itu hingga menghalangi mereka melakukan tes DNA.

“Selama ini terkesan seakan-akan klien kami tidak mau melakukan tes DNA itu sesuatu yang tidak benar, justru kami sudah menawarkan tes DNA namun tidak terlaksana sampai hari ini,” kata Ana.

“Dikarenakan pada pertemuan itu pihak penggugat menyampaikan penawaran yang menurut ukuran kami sangat mencederai rasa keadilan bagi anak di bawah umur yang bernama Naira,” lanjut Ana.

Lebih lanjut Ana menceritakan hal yang dimaksud mencederai rasa keadilan bagi Naira itu.

“Jadi pada saat itu pihak penggugat melalui pengacaranya menyampaikan penawaran jual putus. Sungguh ini menurut kami mengagetkan pada waktu itu, tapi kami tetap tidak menutup kemungkinan untuk terjadi negosiasi,” jelas Ana.

“Tapi terus terang kata-kata jual putus waktu itu menurut ukuran kami sangat bertentangan dengan apa yang selalu selama ini disampaikan pihak penggugat di media, di mana semata-mata untuk kepentingan Naira, semata-mata untuk status hukum Naira,” imbuhnya.

Sumber : suryamalang.tribunnews

Leave a Reply

Your email address will not be published.