News, Seleb  

Jawaban Nissa Sabyan saat Disinggung soal Poligami: Selagi Dapat Izin dan Bisa Adil Kenapa Tidak?

Musisi Nissa Sabyan menjadi perbincangan publik usai dikabarkan menjadi penyebab perceraian Ayus Sabyan dengan Ririe Fairus.

Meski kini Ayus dan Ririe telah bercerai, hujatan kepada Nissa seolah tidak pernah berhenti.

Kendati begitu, Nissa Sabyan tetap santai saat menghabiskan waktu dengan rekan satu grupnya di Sabyan Gambus.

Perempuan 22 tahun ini kembali disorot gegara pendapatnya soal poligami.

Video lawas Nissa Sabyan saat menjadi bintang tamu di channel YouTube komedian Bedu menjadi viral di media sosial.

Pada kesempatan tersebut, Bedu menanyakan pendapat Nissa soal poligami.

Blak-blakan Nissa menyebut jika hal tersebut tidak masalah untuknya.

Hal itu disampaikan dalam video yang diunggah di kanal YouTube KANAL BEDDU, Rabu (17/11/2021).

“Kalau Nissa sendiri berpandangan tentang poligami itu seperti apa?” tanya Bedu.

“Oke Nissa belum nikah tapi kalau melihat situasi seperti ini apa yang bisa Nissa lihat sebagai wanita muslimah?” tambahnya.

Dalam video tersebut, Dokter Indra menyebutkan bahwa ia baru saja mendapat bingkisan dari Nissa Sabyan dan berniat mengucapkan terima kasih lewat IG.

Menurut Nissa Sabyan, sepanjang seorang suami mendapatkan izin dari istrinya dan bisa berlaku adil, maka boleh berpoligami.

“Yang Nissa tahu aja kali ya. Ya selagi mendapatkan izin dan bisa berlaku adil, kenapa tidak gitu,” jawab Nissa.

Ayus yang duduk di sebelah Nissa Sabyan turut ditanyakan oleh Bedu dengan pertanyaan yang sama.

Ia awalnya menjawab dengan guyonan, namun kembali serius.

Keyboardist Sabyan Gambus ini mengatakan bahwa poligami memang diperbolehkan dalam Islam asalkan mampu berbuat adil.

“Gimana ya untuk berkomentar tentang poligami, intinya sih Islam membolehkan jika mampu, kalau dari kesimpulan umumnya begitu,” jelas Ayus.

Tangkap layar Nissa Sabyan saat press conference virtual, Senin (24/8/2020).

“Kemampuan sebagai seorang laki-laki, adilnya.”

“Misalkan yang ini dikasih rumah, belum tentu ada. Sama kayak kita punya anak, yang satu SD, satu SMA.”

“Bijaksana aja, adil lebih ke proporsional,” pungkasnya.

 

(Tribunnews.com/Indah Aprilin)

Leave a Reply

Your email address will not be published.