Tak Boleh Asal, Berat Badan Turun 14 Kg dalam 2 Minggu dengan Menu Diet Telur, Ini Aturan Lengkapnya

Apakah Anda pernah mendengar menu diet telur?

Melansir dari Sajian Sedap, menu diet telur ini bisa dijalani selama 2 minggu.

Kabarnya, dalam 14 hari itu, menu diet telur ini bisa menurunkan berat badan sampai 14 kilogram.

Namun perlu diingat, menu diet telur ini tapi tidak boleh sembarangan dilakukan.

Yuk, intip dulu aturan menu diet telur ini sebelum Anda menjalaninya.

Ilustrasi cara menurunkan berat badan dengan meu diet telur.

Catat penjelasan menu diet telur yang lengkap di bawah ini.

Menu Diet Telur

Model diet ini adalah diet yang rendah karbohidrat, rendah kalori dan berprotein tinggi.

Diet model dapat mengurangi berat badan tanpa menghilangkan asupan protein yang dibutuhkan untuk otot.

Lalu, bagaimana cara untuk mengonsumsi dan memasak telur untuk menu diet selama dua minggu?

Pertama-tama, kita harus menghilangkan makanan tinggi karbohidrat dan gula seperti roti, pasta dan nasi.

Gula alami dalam buah sekalipun harus dihilangkan selama 14 hari.

Tidak ada pula makanan ringan selain air putih dan minumal dengan nol kalori.

Untuk memasaknya, kita bisa merebus telur dengan matang dan mencampurnya dengan protein rendah lemak seperti ayam dan ikan.

Kuning telur.

Kita juga bisa mencampur buah dan sayur-sayuran seperti brokoli, jamur dan bayam.

Waktu makan juga normal yaitu makan pagi, siang dan malam.

Pada diet ekstrim, kita hanya boleh mengonsumsi telur rebus dan air putih selama 14 hari.

Namun diet ini tidak disarankan karena tidak seimbang dan bisa menyebabkan kekurangan gizi.

Jika kita berniat memakai metode diet ini, kita bisa mencampur menu makanannya.

Untuk pagi hari, kita bisa merebus dua bulah telur dengan campuran sayuran.

Saat makan siang, kita bisa menggantinya dengan protein rendah lemak yang dicampur dengan sayur.

Protein telur lebih baik dikonsumsi pagi hari sebab dapat memberi energi seharian dan mencegah rasa lapar yang berlebih.

Lalu, adakah efek samping dari diet telur ini?

Tentu saja akan terjadi pengurangan energi tubuh, karena kandungan karbohidrat yang berkurang.

Kita yang beralih ke diet rendah karbohidrat ini bisa memicu masalah pencernaan seperti mual dan perut kembung.

Meskipun telur dikenal tinggi kolesterol, namun banyak penelitian yang menunjukkan manfaat telur untuk kesehatan jantung.

Sebuah studi 2015 melaporkan bahwa pria yang mengonsumsi lebih dari enam telur per minggu memiliki risiko 30% lebih tinggi mengalami gagal jantung.

Kita tetap harus fokus pada kesehatan tubuh terutama asupan kalori.

Menurut Harvard Medical School, tidak aman bagi perempuan untuk mengonsumsi kurang dari 1.200 kalori per hari dan bagi pria untuk mengonsumsi kurang dari 1.500 kecuali diawasi oleh seorang profesional medis.

Tapi kita bisa mengurangi asupan lemak dan karbohidrat dengan memakai telur.

sumber : jatim.tribunnews

Leave a Reply

Your email address will not be published.