News  

Fakta Sebenarnya Uang Koin Rp 500 Gambar Bunga Melati Dihargai Rp 400 Juta, Ini Penjelasan Kolektor

Berikut adalah fakta sebenarnya soal kabar uang koin Rp 500 gambar bunga melati dihargai ratusan juta.

Belum lama ini beredar kabar jika ada uang koin Rp 500 gambar bunga melati dihargai dengan harga fantastis.

Kabarnya, uang koin Rp 500 gambar bunga melati itu dijual seharga Rp 400 juta yang sontak membuat heboh dan menjadi viral di media sosial.

Mengetahu kabar tersebut, kolektor uang pun akhirnya memberi tanggapan tentang kabar uang koin Rp 500 gambar melati seharga Rp 400 juta itu.

Menyikapi itu, kolektor uang yang menilai harga tersebut terasa fantastis.

Ia memberikan perlawanan dengan menawarkan harga yang lebih masuk akal.

Uang Koin Rp 500 Gambar Bunga Melati Dihargai Rp 400 Juta Bikin Heboh

Ya, uang koin yang sering disebut sebagai uang recehan ini banyak dijual online.

Misalnya, beberapa waktu ini ramai netizen mencari uang koin lawas atau uang kuno yang sudah tidak diproduksi dan banyak dicari kolektor uang ini.

Uang koin yang diincar belakangan ini, di antaranya uang koin Rp 500 gambar melati dan uang koin Rp 1000 gambar kelapa sawit.

Seperti dijelaskan di atas, gak tanggung-tanggung, uang tersebut dipasang harga sampai ratusan juta rupiah.

Uang koin recehan tersebut merupakan emisi tahun 1992.

Uang recehan tersebut dijual dengan harga Rp 400 juta.

Sedangkan uang koin Rp 500 tersebut dibanderol Rp 400 juta.

Keberadaan uang koin pun jadi perbincangan hangat banyak orang sampai sekarang.

Kolektor uang pun sampai buka suara mengenai ini.

Seorang pria yang diketahui sebagai kolektor uang pun menanggapi persoalan uang Rp 500 gambar bunga melati ini.

“Halo Assalamualaikum wr wb, disimak baik baik daftar harga koin Rp 500 melati yang dijual online berikut ini,” tuturnya dalam video berjudul ‘1 Keping Koin 500 Melati 400 Juta?!’

Pria tersebut mengatakan kalau harga uang koin Rp 500 itu sangatlah mahal.

“Harganya tembus 400 juta, wow mahal sekali,” ujarnya.

Pria itu kemudian mengatakan bahwa ia menjual satu set uang koin dari tahun 1945 sampai tahun 2016 yang didalamnya sudah terdapat uang koin Rp 500 gambar bunga melati.

“Bagi kalian yang mau koin rupiah satu set seperti ini, ini adalah koin rupiah satu set dari tahun 1945 ampai 2016 termasuk di dalamnya koin Rp 500 yang kuning.,” jelas pria tersebut.

Ia pun bak memberikan perlawanan dengan harga yang gila tadi dengan membanderol satu set uang koin yang berisi 36 keping seharga Rp 200 ribu.

Harganya jadi lebih masuk akal.

“Bagi kalian yang mau gak perlu mahal, gak perlu jutaan, silahkan 200 ribu saja,” kata dia.

“Bagi yang minat silahkan komen minat dalam kolom komentar ataupun hubungi WhatsApp yang berlaku,” bebernya

Simak video selengkapnya:

Ciri-ciri Uang Koin Rp 1000 Gambar Kelapa Sawit yang Laku Dibeli Kolektor

Inilah ciri-ciri uang koin Rp 1000 gambar kelapa sawit yang disebut-sebut bakal laku dibeli oleh para kolektor uang.

Tak main-main, para kolektor uang ini bahkan bersedia membayar hingga ratusan juta rupiah untuk membeli uang koin Rp 1000 gambar kelapa sawit dengan ciri tertentu.

Beberapa uang kuno memang kerap kali dibeli oleh kolektor dengan harga tak masuk akal.

Kolektor uang memang rela menghabiskan ratusan juta rupiah untuk mendapatkan uang kuno yang langka.

Diantara mereka pun ada yang sempat angkat bicara soal harga selangit beberapa uang kuno.

Seperti saat uang koin Rp 1000 kelapa sawit membuat geger warganet.

x

Sutomo, kolektor dan penjual uang kuno di wilayah Yogyakarta mengaku mustahil uang koin Rp 1000 kelapa sawit laku terjual seharga ratusan juta.

Pria asal Purbalingga, Jawa Tengah, ini beralasan uang koin kelapa sawit berdasarkan informasi yang didapat dari postingan Bank Indonesia masih berlaku.

Terlebih, saat ini masih banyak yang memiliki uang koin tersebut.

Berdasarkan pengamatannya di situs jual beli online, harga satu koin Rp 1000 kelapa sawit dijual mulai dari harga belasan ribu hingga ratusan juta rupiah.

Hal itupun dipastikan tidak benar karena kisaran harga yang benar adalah Rp 3000-an di berbagai marketplace.

Namun, berbeda halnya dengan uang dengan cetakan khusus atau salah cetak.

Uang Rp 1000 salah cetak saat ini sedang dicari oleh Youtuber sekaligus Kolektor Info Uang.

Hal itu disebutkan dalam videonya 6 hari yang lalu berjudul ‘Ini SERIUS!! Saya Bersedia Membeli Jika Punya Koin 1000 Kelapa Sawit Seperti ini’.

“Sahabat info uang, disimak dulu baik baik agar tidak salah paham,” kata pria tersebut di awal video.

‘Pada kali ini saya mencari uang koin Rp 1000 kelapa sawit yang salah cetak atau cetakannya tidak sempurna,” jelasnya mengutip Bangka Pos dengan judul Cek Uangmu! Koin Kelapa Sawit Rp1000 dengan Tulisan Ini Dicari Kolektor, Dijual Ratusan Juta Rupiah.

Uang koin Rp 1000 yang dicari koletor

Uang koin yang dicarinya ini cetakannya tidak sempurna terlihat dari uang yang dicontohkannya.

“Yang pertama tulisan Bank Indonesianya terhapus, yang kedua bagian putihnya menutupi bagian yang kuning,” papar kolektor uang tersebut

“Nah koin 1000 kelapa sawit ini yang saya cari, yang salah cetak,”

“Kalo yang biasa itu banyak itupun murah sekitar Rp 3000 an,”

Bagi yang memili uang seperti yang dicontohkan maka dapat menghubunginnya di nomor 0838-2166-8281 atau 0856-4836-7697.

“Bagi kalian yang punya silahkan kirim contoh uangnya di WA yang ada di deskripsi link video,” pungkasnya.

Namun sebelum menghubungi Youtuber tersebut, pastikan uang yang kamu punya bersih seperti baru.

Bangka Pos punya tips agar uang kunomu dapat dihargai maksimal oleh para kolektor.

Koin kuno dapat dibersihan menggunakan autosol. Beri autosol secukupnya kemudian dioleskan ke permukaan uang koin Rp 1000 kelapa sawit.

“Bisa dilihat ini koin sebelum dibersihkan kita berikan autosol secukupnya, kita oleskan dipermukaan koin dan digosok searah jarum jam sampai berwarna hitam atau kotorannya keluar kurang lebih 1-3 menit,”jelas Youtuber Seputar Coin.

Cotton bud difungsikan untuk membersihkan kotoran yang ada di selah-selah uang.

“Selanjutnya cotton bud dan tisu berguna untuk membersihkan koin tersebut,” jelas pria itu.

Penulis: Frida Anjani / SURYAMALANG.COM

Leave a Reply

Your email address will not be published.