News  

Akting Wanita Ini Terbongkar, Ngaku Dibegal Uang Rp1,3 Miliar Melayang, Ternyata Begini Fakta Sebenarnya

Akting wanita berinisial IS (31) dan pria berinisial MM (39) asal Garut, Jawa Barat sempat berhasil mengelabui aparat kepolisian.

Bahkan dalam aktingnya, ia berpura-pura syok hingga tak bisa dimintai keterangan oleh polisi.

IS melapor ke polisi bahwa ia telah menjadi korban pembegalan. Akibat jadi korban begal, IS mengaku telah kehilangan uang Rp 1,3 miliar.

Aktingnya sempat menyakinkan. Bahkan polisi pun sempat kelabakan mendapat laporan adanya korban begal yang kerugiannya hingga Rp 1,3 miliar itu.

Rupanya setelah diperiksa polisi, ternyata drama IS dan MM yang mengaku korban begal ini terbongkar.

Ternyata aksi itu dilakukan karena terlilit hutang.

Akhirnya IS dan MM pun kemudian ditetapkan sebagai tersangka oleh aparat kepolisian. Dalam kasus tersebut MM bertugas mengamankan uang beserta motor pelaku Ineu.

Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono mengatakan keduanya menjadi tersangka setelah ketahuan membuat pengakuan bohong yakni telah menjadi korban begal dengan kerugian miliaran rupiah.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, pelaku ketahuan telah berbohong yaitu berpura-pura menjadi korban begal (tindak pidana pencurian dengan kekerasan),” ujar Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono di Mapolres Garut, Senin (11/10/2021).

Setelah proses intrograsi terhadap kedua pelaku, Ineu dan Amun ternyata membuat keterangan palsu soal jadi korban begal.

“Dikuatkan dengan pengakuan dari tersangka IS bahwa semua kejadian tersebut adalah rekayasa untuk menghindari jeratan hutang yang ditanggungnya,” ucap AKBP Wirdhanto Hadicaksono.

Sebelumnya pada Jumat (8/10/2021) petang pelaku mengaku telah menjadi korban begal.

Tas dan motor yang dikendarainya dibawa tiga orang tak dikenal di Jalan Cisurupan-Cikajang, Garut.

IS sempat kesulitan untuk dimintai keterangan lantaran berpura-pura mengaalami shock bahkan sempat dibawa ke pelayanan kesehatan dan diberi alat bantu pernapasan.

Atas perbuatannya tersebut IS dan MM terancam hukuman tujuh tahun penjara.

Ia dijerat dengan Pasal 242 Ayat (1) , Ayat (3) KUHP Barang siapa dengan sengaja memberi keterangan palsu di atas sumpah, baik dengan lisan atau tulisan , diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.

Sebelumnya IS seorang wanita asal Garut, Jawa Barat mengaku menjadi korban begal. Ia mengaku uang yang dibawanya senilai Rp 1,3 miliar raib digondol komplotan begal.

Uang miliaran rupiah itu adalah hasil usaha bersama teman-temannya menjual telur.

Pembegalan itu terjadi di Jalan Raya Cisurupan-Cikajang, Kabupaten Garut, Jumat (8/10/2021) sekira pukul 18.10 WIB.

Lantaran kejadian tersebut, warga Desa Mekarsari, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut itu masih syok.

Sudah dibuntuti

Diberitakan Tribun Jabar, korban mengaku telah dibuntuti para pelaku sejak di pertigaan Papandayaan.

Kemudian, saat sampai di Jalan Raya Cisurupan-Cikajang, korban diserempet lalu dipepet oleh para pelaku.

Korban pun terpaksa menghentikan kendaraannya.

Saat itu juga pelaku yang berjumlah tiga orang menodongkan senjata tajam ke korban.

Pelaku lalu memaksa korban mengeluarkan kunci dan merampas tas milik korban.

Demikian disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Dede Sopandi.

“Dari pengakuan korban, bahwa dia sudah dibuntuti dari pertigaan Papandayan Cisurupan.”

“Kemudian setelah itu korban dipepet oleh tiga orang dengan menodongkan senjata tajam berupa pisau,” katanya, Sabtu (9/10/2021).

Uang hasil jual telur raib digondol pelaku

Setelah korban tak berdaya, pelaku kemudian mengambil uang di dalam bagasi motor senilai Rp 1,1 miliar.

“Di tas korban ada uang sebanyak Rp 156 juta dan di bagasi motor ada uang sebanyak Rp 1,1 miliar,” ungkap Dede, dilansir Tribun Jabar.

Dari pengakuan korban, uang tersebut merupakan hasil usaha bersama teman-temannya menjual telur.

“Korban masih syok jadi belum bisa kita dalami lebih jauh, uang itu merupakan uang usaha yang dikumpulkan dari lima orang temannya,” sambungnya.

sumber : belitung.tribunnews

Leave a Reply

Your email address will not be published.